Mempertahankan Kinerja Perseroan dan Upaya Pengembangan Bisnis dalam Kondisi Pemulihan Setelah Pandemic.
PT Personel Alih Daya Tbk (kode emiten PADA) sebagai Perusahaan di bidang penyedia jasa Tenaga Alih Daya atau outsourcing, telah mengumumkan laporan keuangan yang telah diaudit untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 (FY2022). Perseroan dapat mempertahankan kinerja usaha nya ditengah kondisi dunia usaha yang dalam pemulihan setelah pandemic dan masih cukup berdampak pada Perseroan pada tahun 2022, terutama pada mitra atau klien di segmen Transportasi dan segmen Retail non FMCG. Perseroan memiliki banyak kesempatan yang dapat dilakukan dalam pengembangan lini bisnisnya dengan mitra atau klien yang tidak berdampak pandemic seperti pada perusahaan-perusahaan yang memiliki core business di bidang Telekomunikasi, Perbankan, serta FMCG. Selain itu Perseroan berkesempatan melakukan beberapa inovasi dengan memberikan solusi layanan terintegrasi (one stop services) serta pengembangan inovasi integrasi teknology digital ke dalam bisnis layanan Perseroan. Selain itu Perseroan melakukan efisiensi operational yang dilakukan dengan efektif di setiap lini bisnisnya.
Ikhtisar Keuangan
- Total pendapatan usaha FY2022 relatif flat atau sedikit lebih rendah 0,02% dimana FY2022 tercatat Rp700,9 miliar dan pada FY2021 Rp701,09 miliar.
- Total laba usaha FY2022 lebih rendah 10,63?ri Rp16,2 miliar pada FY2021 menjadi Rp14,6 miliar pada FY2022.
- Total laba bersih FY2022 mencapai Rp4,5 miliar atau meningkat 2,11?ri posisi tahun 2021 sebesar Rp4,4 miliar.
- Total aset per 31 Desember 2022 mencapai Rp360 miliar atau meningkat terhadap tahun 2021 yang sebesar Rp199,5 miliar karena kenaikan kas dan setara kas dari hasil penawaran umum Perseroan, piutang usaha, uang muka dan beban dibayar dimuka untuk Capex. Sementara itu, liabilitas Perseroan pada akhir 31 Desember 2022 sebesar Rp218,7 miliar atau meningkat dibandingkan pada akhir 31 Desember 2021 yang tercatat Rp150,3 miliar disebabkan karena utang bank jangka pendek, utang usaha pihak berelasi dan pihak ketiga.
- Current Ratio FY2022 berada di level 1,56 kali atau meningkat dari FY2021 yang tercatat sebesar 1,37 kali.
Upaya Pengembangan dan Perkuat Keunggulan Bisnis
Walaupun kinerja usaha Perseroan tahun 2022 masih belum signifikan meningkat dibanding tahun sebelumnya, namun Perseroan telah berupaya melakukan strategy bisnis ditengah tantangan social ekonomi seperti memperbesar portfolio pelanggan/mitra dengan lebih selektif memilih dan menargetkan industri atau segmen bisnisnya tidak berdampak pandemic. Perseroan optimis dengan prospek pasar industry jasa outsourcing di Indonesia yang cerah dan terbuka luas di masa depan. Ditengah kompetisi pada industri jasa outsourcing, Perseroan pun terus mengembangkan penawaran layanan dengan model bisnis Manage Services yang berbasis Service Level Agreement (SLA) yang dapat memberikan potensi keuntungan lebih baik bila dibandingkan dengan model bisnis Fee based dimana persaingannya pada saat ini untuk model bisnis ini sangat ketat. Selain itu Perseroan pun terus berupaya melakukan kolaborasi dengan bisnis partner lainnya dalam mengembangkan layanan berbasis IT (on demand) untuk menyasar segmen SME serta melakukan ekspansi bisnis ke seluruh wilayah Indonesia.
Profitabilitas Membaik
Keputusan dalam penerapan strategy bisnis pada seluruh lini bisnis usaha Perseroan, saling menopang dan menuai hasil yang tepat di tahun 2022. Hal ini terlihat dari nilai pada top line yang terjaga. Efisiensi dilakukan dengan efektif pada setiap lini bisnis agar nilai bottom line meningkat dengan melakukan pengelolaan cash flow yang sesuai.
Tantangan ke Depan
Ke depan, Perseroan akan memaksimalkan penjual