PT Personel Alih Daya Tbk (“PADA” atau “Perseroan”) sebagai Perusahaan di bidang jasa Tenaga Alih Daya atau outsourcing, menyampaikan Laporan Keuangan Semester Pertama tahun 2025 (1H-2025) (yang tidak diaudit) sebagai berikut :
Pendapatan Perseroan pada 1H-2025 sebesar Rp504,4 miliar atau meningkat 12,36% dibanding pendapatan pada 1H-2024 YoY. Peningkatan pendapatan dikarenakan adanya penambahan volume bisnis dari beberapa klien/mitra existing pada sektor industry Logistics & Deliveries, Online Applications & Services, Telecommunication Service, Consumer Distributors, Auto Components, Agricultural Products, Real Estate Management & Development, Automobiles, Consumer Financing, Healthcare Providers, IT Services & Consulting, Chemicals dan penambahan pendapatan yang berasal dari klien/mitra baru pada sektor industry Consumer Electronics, Logistics & Deliveries dan Household Products, yang menunjukkan adanya peningkatan permintaan terhadap layanan outsourcing dan memperkuat posisi Perseroan di pasar.
Laba Kotor Perseroan pada 1H-2025 tercatat sebesar Rp18,8 miliar atau tumbuh 7,21?ri tahun sebelumnya sebesar Rp17,5 miliar pada 1H-2024. Pertumbuhan ini terjadi meskipun terdapat kenaikan beban pokok pendapatan yang lebih tinggi daripada pertumbuhan pendapatan. Faktor penyebab kenaikan beban pokok antara lain meningkatnya upah minimum, biaya rekrutmen, serta biaya operasional langsung lainnya dalam penyediaan tenaga kerja. Kondisi ini mencerminkan tingkat persaingan yang masih tinggi di industri jasa outsourcing, yang turut menekan margin keuntungan Perseroan.
Perseroan mencatatkan Laba Bersih sebesar Rp0,1 miliar pada 1H-2025, berbalik positif dibanding rugi bersih sebesar Rp5,8 miliar pada 1H-2024, atau meningkat 97,69% YoY. Perbaikan ini mencerminkan keberhasilan dalam menaikan pendapatan dan efisiensi dalam pengelolaan biaya operasional, termasuk beban umum dan administrasi serta beban usaha lainnya. Kontrol biaya yang ketat ini merupakan wujud dari komitmen Manajemen dalam mengoptimalkan struktur biaya dan menjaga keberlanjutan usaha.
Dari sisi posisi keuangan, Total Aset Perseroan per 30 Juni 2025 mencapai Rp265,3 miliar, meningkat 9,56% dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2024 sebesar Rp242,1 miliar. Total Liabilitas meningkat 18,46% menjadi Rp147,6 miliar dari sebelumnya Rp124,6 miliar, yang mencerminkan adanya penambahan kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang untuk mendukung pertumbuhan operasional.
"Pertumbuhan pendapatan, menunjukkan kepercayaan klien/mitra untuk menggunakan layanan jasa outsourcing Perseroan. Namun, kami juga menyadari perlunya mengambil langkah-langkah strategis untuk
mengoptimalkan kinerja di seluruh unit bisnis guna terus memperkuat fundamental usaha dan meningkatkan profitabilitas. Optimalisasi dilakukan melalui evaluasi menyeluruh atas beban pokok pendapatan dan kontribusi masing-masing unit bisnis terhadap kinerja Perseroan, termasuk juga terus melakukan efisiensi operasional, meningkatkan produktivitas serta potensi pertumbuhan jangka panjang” ujar Direktur Utama Perseroan, Ibu Cahyanul Uswah.
Perseroan telah menetapkan beberapa strategi bisnis antara lain sebagai berikut :
- Diversifikasi Pendapatan: Mengembangkan portofolio layanan dengan menambahkan produk jasa baru yang memiliki margin lebih tinggi serta menargetkan klien dari sektor industri yang lebih stabil.
- Meningkatkan penjualan : Dengan cara memasuki segmen bisnis yang masih bisa memberikan tingkat margin yang lebih baik.
- Ekspansi Pasar: Membuka peluang kerja sama dengan mitra strategis baru di wilayah dan sektor bisnis yang belum tergarap optimal.
- Efisiensi Operasional: Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur biaya dan proses bisnis agar lebih ramping dan produktif.
- Pembenahan struktur organisasi dan Sumber Daya Manusia (SDM): Untuk memastikan alokasi tenaga kerja outsourcing<